Siapa sih yang bisa ngelupain “First Love”? ah.. pastinya nggak ada.
Aku inget banget, waktu itu jalan sama teman, terus tiba-tiba ada dia.
Dia itu temannya temanku, habis itu kenalan deh, sudah kenal, kenal
baik,.. jadian deh. Eitz.. enggak seindah itu ceritaku. Walaupun tiap
hari kita ngobrol chatting sms-an, bahkan sampai curhat segala, tapi dia
enggak pernah menganggapku lebih. Aku nggak tau dia suka aku apa
enggak. Tapi bagiku dia adalah cinta pertamaku. Huuh, sayangnya waktu
enggak memihak kepadaku. Kita sudah sibuk dengan kesibukan
masing-masing. Kita lost contact lama banget hingga suatu hari kita
bertemu lagi. Aku kira ini pertemuan, tapi sekali lagi ini perpisahan.
Sore
itu jalanan sepi karena cuaca waktu itu memang sedang mendung, tapi
tetep saja aku enggak berani menyebrang sendiri, so aku putuskan untuk
lewat jembatan penyebrangan. Baru saja aku menaiki satu anak tangga, eh
aku lihat di atas ada seseorang yang aku rasa berusaha untuk lompat dari
atas jembatan. Dengan cepat dan nafas tersengal-sengal aku naiki anak
tangga lalu aku segera meraih tangannya. “Ian!” aku tertegun sejenak.
Saat ku genggam tangannya erat, dia memelukku. Aku berkata dalam hati,
jangan lepaskan. Setidaknya lebih lama lagi, kumohon.
Perlahan
aku mulai bertanya sedang apa dia disini, lalu dia menceritakan
semuanya. Seseorang yang dia sebut namanya Mila, seseorang yang sangat
ia cintai selingkuh dengan seseorang yang ia juga sangat sayangi, yang
namanya Dedy. Dia berkata, bagaimana bisa dua orang terpenting dalam
hidupku menghianatiku?
Sambil menyeka air mata di pipinya, dan
sebagai teman yang baik aku menasehatinya. Bunuh diri itu enggak baik.
Dan bunuh diri juga enggak akan menyelesaikan masalah ‘karena dunia ini
enggak akan indah tanpa masalah. Memang sangat berat masalah yang kamu
hadapi. Tapi aku yakin semua masalah itu ada hikmahnya. Setiap orang
punya masalah. Dan kadang masalah itu ada untuk membuat kita lebih kuat
dari sebelumnya karena setiap masalah itu adalah pelajaran untuk kita di
masa yang akan datang. Tidak apa bila hari ini kamu hancur, karena
besok hari cerah akan menyambutmu. Lalu dia tersenyum dan berterima
kasih. Setelah itu kita berpisah “lagi”. Sembari melihatnya pergi aku
berkata dalam hati, I can leave you with other girl, but I can’t leave
you dead. As long as I know you’re okey, im fine.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar